Media pembelajaran inovatif untuk mengembangkan intelektual pelajar


Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi merupakan sasaran sekolah dalam mengembangkan kegiatan belajar mengajar. Orang tua terlebih kakek dan nenek sering menceritakan masa belajar mereka. Mulai dari fasilitas dan kelengkapan sekolah yang digunakan sampai cara guru mengajar. Mereka bangga dengan apa yang mereka lalui, bahkan dengan senang hati menceritakannya kepada anak dan cucu mereka. Alat tulis yang digunakan berupa batu sabak, tanpa tas berjahit hanya berupa kantung kresek bertali, dan guru masih menggunakan kekerasan fisik. Hal itu terjadi sekitar tahun 1985, sekitar 27 tahun yang lalu. Dapat kita bayangkan apabila pendidikan pada masa itu tetap, tidak berkembang seperti sekarang, mungkinkah kita hanya menggunaka batu sabak sebagai alat tulis di tengah maraknya penggunaan internet? Tentu sangat memprihatinkan. 

Begitu juga dengan sekarang, apabila pendidikan tidak berkembang sesuai zaman tidak menutup kemungkinan sampai tahun 2039 penggunaan papan tulis kapur masih banyak digunakan. Oleh karena itu, penyelarasan pendidikan sesuai dengan perkembangan IT sangatlah penting. Kehadiran internet akan memudahkan guru berkomunikasi dengan siswa. Misalnya dalam hal tugas, guru dapat memberikan tugas dan harus dikirim melalui e-mail, itu artinya siswa dapat mengirim kapan saja sampai deadline yang ditentukan. Sebelum kehadiran internet, siswa harus bersusah mencari guru jika hendak mengumpulkan tugas. Selain itu, guru tidak hanya dapat memberikan deadline pada jam-jam sekolah.

Metode pembelajaran dengan adanya internet lebih menjadikan siswa antusias dalam belajar. Misalnya dengan memanfaatkan e-learning siswa dapat mengakses setiap mata pelajaran, mulai dari materi yang jelas-jelas diajarkan oleh guru mereka, mencari tugas dan menguploadnya. Mereka dapat mengunduh materi dalam bentuk softcopy dan biasanya setiap materi yang disajikan dibubuhi dengan berbagai format yang lebih menarik dari coretan di papan tulis.

Intelektual seorang siswa merupakan bawaan sejak lahir dan akan berkembang jika lingkungan mereka mendukung. Sebuah penciptaan sistem pembelajaran yang kondusif dengan memanfaatkan kemampuan guru mengajar yang dikolaborasikan dengan media elektonik akan membantu siswa mengembangkan intelektual mereka. Media elektronik tersebut dapat digunakan untuk mengakses internet. Misalnya pada saat guru memberikan tugas untuk mendiskusikan suatu masalah. Jika menginginkan fakta dan informasi lebih siswa dapat mengakses berbagai informasi yang mereka inginkan melalui internet. Cara ini lebih mudah dan efisien bila dibandingkan membuka puluhan buku di perpustakaan untuk mencari informasi tersebut.

Sebagian pelajar tidak senang membaca buku, tetapi dengan kehadiran internet mereka tidak perlu bersusah. Belajar dapat dilakukan dengan melihat video, mendengarkankan materi atau berbagai bentuk layanan audio, visual, dan audiovisual mudah diperoleh melalui internet. Metode belajar tersebut jelas akan lebih berefek pada pelajar karena didasarkan pada cara dan kemauan mereka sendiri.
Seumber  : www.sikula-aceh.org