Pemangku Wali Nanggroe: NKRI tetap ada, karena suara dari Aceh

 "Kita telah berjuang mempertahankan NKRI sejak awal. Jadi bendera merah putih tidak akan pernah turun di Aceh," kata Malik Mahmud saat berpidato di Pelantikan DPA Partai Aceh, Minggu 24 Maret 2013.
"Kita telah berjuang mempertahankan NKRI sejak awal. Jadi bendera merah putih tidak akan pernah turun di Aceh," kata Malik Mahmud saat berpidato di Pelantikan DPA Partai Aceh, Minggu 240 Maret 2013.
- See more at: http://atjehpost.com/nanggroe_read/2013/03/24/45113/163/5/Pemangku-Wali-Nanggroe-Bendera-merah-putih-tidak-akan-pernah-turun-di-Aceh#sthash.WNzDGm6D.dpuf

PEMANGKU Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al Haytar, mengatakan kalau bendera merah putih adalah milik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sedangkan Aceh adalah bagian dari NKRI.

"Kita telah berjuang mempertahankan NKRI sejak awal. Jadi bendera merah putih tidak akan pernah turun di Aceh," kata Malik Mahmud saat berpidato di Pelantikan DPA Partai Aceh, Minggu 24 Maret 2013.

Wali juga mengatakan Aceh telah banyak memberikan pengorbanan untuk negara ini, termasuk memberikan pesawat RI-1.
"Makanya, kami hanya meminta satu bendera, yaitu hanya bendera Aceh saja. Kenapa harus dipermasalahkan?" kata Malik Mahmud.

Wali juga mengatakan kalau Aceh akan tetap berjalan bersama Indonesia. "Aceh still in NKRI," kata Malik Mahmud. Kata dia, Pemerintah Aceh harus dapat memberikan pemahaman terhadap mereka yang belum tahu makna dari bendera Aceh.[] (mrd) sumber http://atjehpost.com
PEMANGKU Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al Haytar, mengatakan kalau bendera merah putih adalah milik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sedangkan Aceh adalah bagian dari NKRI.
"Kita telah berjuang mempertahankan NKRI sejak awal. Jadi bendera merah putih tidak akan pernah turun di Aceh," kata Malik Mahmud saat berpidato di Pelantikan DPA Partai Aceh, Minggu 24 Maret 2013.
Wali juga mengatakan Aceh telah banyak memberikan pengorbanan untuk negara ini, termasuk memberikan pesawat RI-1.
"Makanya, kami hanya meminta satu bendera, yaitu hanya bendera Aceh saja. Kenapa harus dipermasalahkan?" kata Malik Mahmud.
Wali juga mengatakan kalau Aceh akan tetap berjalan bersama Indonesia. "Aceh still in NKRI," kata Malik Mahmud. Kata dia, Pemerintah Aceh harus dapat memberikan pemahaman terhadap mereka yang belum tahu makna dari bendera Aceh.[] (mrd)
- See more at: http://atjehpost.com/nanggroe_read/2013/03/24/45113/163/5/Pemangku-Wali-Nanggroe-Bendera-merah-putih-tidak-akan-pernah-turun-di-Aceh#sthash.WNzDGm6D.dpuf
PEMANGKU Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al Haytar, mengatakan kalau bendera merah putih adalah milik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sedangkan Aceh adalah bagian dari NKRI.
"Kita telah berjuang mempertahankan NKRI sejak awal. Jadi bendera merah putih tidak akan pernah turun di Aceh," kata Malik Mahmud saat berpidato di Pelantikan DPA Partai Aceh, Minggu 24 Maret 2013.
Wali juga mengatakan Aceh telah banyak memberikan pengorbanan untuk negara ini, termasuk memberikan pesawat RI-1.
"Makanya, kami hanya meminta satu bendera, yaitu hanya bendera Aceh saja. Kenapa harus dipermasalahkan?" kata Malik Mahmud.
Wali juga mengatakan kalau Aceh akan tetap berjalan bersama Indonesia. "Aceh still in NKRI," kata Malik Mahmud. Kata dia, Pemerintah Aceh harus dapat memberikan pemahaman terhadap mereka yang belum tahu makna dari bendera Aceh.[] (mrd)
- See more at: http://atjehpost.com/nanggroe_read/2013/03/24/45113/163/5/Pemangku-Wali-Nanggroe-Bendera-merah-putih-tidak-akan-pernah-turun-di-Aceh#sthash.WNzDGm6D.dpuf